Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label Motivasi Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Agama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Oktober 2013

Sayangi dan Bahagiakan Anak Yatim

Agama Islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa membantu, mengasihi fakir miskin dan anak yatim. Bahkan Allah SWT menjanjikan akan meninggikan derajat manusia yang suka menolong kedua hamba sahaya tersebut serta terbebas dari api neraka.

Karena pada hakekatnya, setiap pribadi muslim adalah juga seorang yang berjiwa sosial dan punya nilai empati. Bukanlah muslim namanya jika dia tidak berjiwa sosial, sebab memang demikianlah ajaran di dalam agama Islam.

Cara sederhana untuk berjiwa empati adalah seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu dengan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Seseorang yang berjiwa empati akan lebih peka dan peduli dengan sesama.

Dan bukti kepeduliannya diinterprestasikan dengan amal nyata dan itu akan terlahir dari seseorang yang hatinya bersih. Efek empati membuat seseorang lebih ringan melakukan kebaikan.

Marilah kita selalu belajar untuk berempati. Jangan mengulur-ngulur waktu untuk memberikan bantuan kepada saudara kita karena tidak ada istilah pengeluaran berkorban, yang ada adalah tabungan yang akan kembali pada penabungnnya.

Semoga dengan selalu melatih kepekaan dan kepedulian kita tetap dalam kebaikan bagi diri dan orang lain. Dan, mudah-mudahan apa yang telah kita lakukan dicatat sebagai bukti penghambaan kepada Allah SWT.

Menyambut datangnya 1 Muharram 1435 H atau 5 November 2013 mendatang, mari sayangi dan bantu anak yatim, dhuafa dengan meringankan beban serta membahagiakan mereka, memberikan pertolongan serta membelanya dengan sekuat tenaga kita.

Masukkan kebahagiaan di hati-hati mereka, sehingga Allah SWT memberikan kebahagiaan kepada kita di dunia maupun di akhirat kelak. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan dan berkahnya kepada kita semua.


Selasa, 08 Oktober 2013

Menikah adalah pembuka dari pintu-pintu rizki

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih sedirian diantara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (QS An Nuur: 32)

Ayat di atas menganjurkan kepada umat Islam untuk menikah. Allah SWT menegaskan bahwa menikah bukan sebagai penyebab sebuah kemiskinan. Menikah adalah pembuka dari pintu-pintu rizki. Ia membawa berkah dan rahmah dari Allah SWT. Dengan menikah, Allah SWT akan menambah rizki dan karuniaNya kepada hambanya yang yakin terhadap ayat-ayat Allah.

Islam telah menjadikan ikatan pernikahan yang sah berdasarkan AlQuran dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang sangat asasi, dan sarana untuk membina keluarga yang Islami.

Anas bin Malik r.a berkata: “Telah bersabda Rasulullah SAW: Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. (HR Thabrani dan Hakim)

Menikah bukanlah sesuatu yang menakutkan. Sebagai risalah yang syamil (menyeluruh) dan kamil (sempurna), Islam telah memberikan tuntunan tentang tujuan pernikahan yang harus dipahami oleh kaum Muslim, yaitu agar pernikahan itu berkah dan bernilai ibadah serta benar-benar memberikan ketenangan bagi suami-istri.

Menikah hendaknya diniatkan untuk mengikuti sunah Rasullullah SAW, melanjutkan keturunan, dan menjaga kehormatan. Menikah juga hendaknya ditujukan sebagai sarana dakwah, meneguhkan iman, dan menjaga kehormatan.

Pernikahan merupakan sarana dakwah suami terhadap istri atau sebaliknya, juga dakwah terhadap keluarga keduanya, karena pernikahan berarti mempertautkan hubungan dua keluarga besar. Dengan begitu, pertalian persaudaraan dan kekerabatan diantara keduanya pun semakin luas. Hal ini berarti, sarana dakwah juga bertambah. Wallahua’lam.


Jumat, 04 Oktober 2013

10 Hal Yang Menyebabkan Doa Tak Terjawab-Ibrahim bin Adham


Ibrahim bin Adham

Suatu ketika Ibrahim bin Adham, seorang alim yang terkenal zuhud dan wara’nya, melewati pasar yang ramai. Selang beberapa saat beliau pun dikerumuni banyak orang yang ingin minta nasehat. Salah seorang di antara mereka bertanya, “Wahai Guru! Allah telah berjanji dalam kitab-Nya bahwa Dia akan mengabulkan doa hamba-Nya. Kami telah berdoa setiap hari, siang dan malam, tapi mengapa sampai saat ini doa kami tidak dikabulkan?”

Ibrahim bin Adham diam sejenak lalu berkata, “Saudara sekalian. Ada 10 hal yang menyebabkan doa kalian tidak dijawab oleh Allah.

  1. Pertama, kalian mengenal Allah, namun tidak menunaikan hak-hak-Nya.
  2. Kedua, kalian membaca Al-Quran, tapi kalian tidak mau mengamalkan isinya.
  3. Ketiga, kalian mengakui bahwa iblis adalah musuh yang sangat nyata, namun dengan suka hati kalian mengikuti jejak dan perintahnya.
  4. Keempat, kalian mengaku mencintai Rasulullah, tetapi kalian suka meninggalkan ajaran dan sunnahnya.
  5. Kelima, kalian sangat menginginkan surga, tapi kalian tak pernah melakukan amalan ahli surga.
  6. Keenam, kalian takut dimasukkan ke dalam neraka, namun kalian dengan senangnya sibuk dengan perbuatan ahli neraka.
  7. Ketujuh, kalian mengaku bahwa kematian pasti datang, namun tidak pernah mempersiapkan bekal untuk menghadapinya.
  8. Kedelapan, kalian sibuk mencari aib orang lain dan melupakan cacat dan kekurangan kalian sendiri.
  9. Kesembilan, kalian setiap hari memakan rezeki Allah, tapi kalian lupa mensyukuri nikmat-Nya.
  10. Kesepuluh, kalian sering mengantar jenazah ke kubur, tapi tidak pernah menyadari bahwa kalian akan mengalami hal yang serupa."

Setelah mendengar nasehat itu, orang-orang itu menangis.

Dalam kesempatan lain Ibrahim kelihatan murung lalu menangis, padahal tidak terjadi apa-apa. Seseorang bertanya kepadanya. Ibrahim menjawab, “Saya melihat kubur yang akan saya tempati kelak sangat mengerikan, sedangkan saya belum mendapatkan penangkalnya. Saya melihat perjalanan di akhirat yang begitu jauh, sementara saya belum punya bekal apa-apa. Serta saya melihat Allah mengadili semua makhluk di Padang Mahsyar, sementara saya belum mempunyai alasan yang kuat untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan saya selama hidup di dunia.”

Kamis, 03 Oktober 2013

Keluargaku adalah Beranda Surga Bagiku

Rasa kasih dan sayang sangat lekat dalam diri kita. Rasa inilah yang mewarnai kehidupan berumahtangga bersama istri, suami, anak, dan orang-orang yang kita cintai dalam keluarga.

Rasa yang menjelma dalam warna-warna indah itu terhimpun menjadi keinginan yang membuncah. Keinginan untuk membangun surga dalam keluarga sehingga kebahagiaan mengisi setiap jenak perjalanan hidup kita.

Setiap keluarga mendambakan sebuah ketenangan. Di dalamnya, penuh jalinan cinta dan kasih sayang dalam membangun mahligai kebahagiaan. Dan kebahagiaan yang hakiki adalah ketika kita dapat meraih surga di akhirat nanti. Hal itu menuntut kita untuk mampu menjadikan seluruh lingkungan, termasuk rumah keluarga menjadi taman-taman atau beranda surga duniawi yang mampu menghantarkan semua keluarga kita menuju taman-taman surga ukhrawi.

Baiti Jannati, rumahku laksana surga bagiku. Begitulah ungkapan yang terlontar dari lisan Rasulullah SAW. Keberhasilan Rasulullah SAW patut menjadi tauladan bagi setiap umatnya dalam membina hubungan berumah tangga. Ungkapan inipun menjadi semboyan oleh setiap rumah tangga muslim yang mendambakan rumah tangga bahagia.

Keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah (Samara) merupakan dambaan setiap insan yang menjalani bahtera rumah tangga. Ia bagaikan beranda surga di dalam keluarga. Keindahan surga rumah tangga tersebut dapat diwujudkan dengan upaya bersama buah dari peduli dan berbagi suami dan istri. Yang satu tidak menjadi beban bagi yang lainnya, tapi sebaliknya memperkuat satu sama lain.

Kebahagiaan itu sangat dekat dengan diri manusia. Sebab kebahagiaan itu ada di dalam hati. Ekpresi jiwa akan menggambar suasana hati manusia. Sedih, tertawa, gembira, gelisah, marah atau perasaan takut bermula dari hati. Karena itu adalah wilayah yang mendominasi hati. Materi kehidupan hanyalah alat yang menopang kebutuhan manusia. Ia bukan sumber kebahagiaan. Di dalamnya ada kecemasan, kegelisahan dan ketidakharmonisan.

Tentunya kita berharap rumahtangga yang kita jalani menjadi damai bagaikan surga, yang di dalamnya ada pasangan yang penuh perhatian, cinta, selalu akur, dan nyaman sehingga terkadang mereka lebih betah di rumah ketimbang mengisi hari-hari luang di luar rumah. Rumah tangga seperti ini tidaklah didapatkan, tetapi ia dibangun dan dibina sedemikian rupa.

Pertama, adanya saling kepercayaan. Kedua, adanya saling keterbukaan. Suami adalah pelindung bagi istri, dan istri adalah selimut sekaligus bendahara bagi suami. Suami yang baik selalu terbuka dalam hal apa pun, begitu pula sebaliknya. Keduanya juga harus mampu menjaga kehormatan dan dapat menyenangkan hati pasangan.

Ketiga, perlu pembiasaan seorang istri dengan menyambut suami dan suami seringlah bercanda-tawa dengan istri. Hal ini dapat meningkatkan keharmonisan dalam rumah tangga. Keempat, jangan menyebarkan aib. Apa yang terjadi dalam rumah tangga, cukuplah pasangan tersebut yang merasakan kekurangan dan kelebihannya.

Orang lain tidak perlu tahu masalah yang dihadapinya. Orang tua sekali pun. Aib pasangan kita, jika keluar dari rumah, hanya akan menambah kehinaan dan kerendahan rumah tangga itu sendiri, tidak lebih. Jadi, jika bisa utamakan komunikasi, musyawarah, sharing, diskusi dan pencarian solusi.

Kelima, jadikan rumah tangga taman-taman surga, yaitu dengan zikir, fikir, dan amal soleh. Hal ini penting untuk mempertahankan suasana religius. Selain itu, kegiatan tersebut dapat mendamaikan hati dan menghiasi rumah tangga tanpa adanya gangguan setan yang sewaktu-waktu menyelinap dalam hati.


Rabu, 02 Oktober 2013

Perempuan Berperan Membangun Kemandirian Keluarga

Orang tua bagi anak, tentunya harus banyak melindungi sekaligus mengayomi, membimbing sekaligus mendidik bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, tidak salah disebutkan bila orang tua, terutama ibu, merupakan pendidik pertama dan utama anak-anak dalam keluarga. Wajar jika seorang perempuan (ibu) dalam setiap keluarga memiliki peran strategis.

Pasalnya, selain harus mampu menjaga keseimbangan dalam berbagai interaksi hubungan komunikasi dalam keluarga, seorang perempuan juga harus dapat mengatur kehidupan keluarga agar mendapatkan kesejahteraan lahir dan batin bagi keluarganya.

Perempuan adalah rumah dari segala harapan. Kedudukan, peranan, nilai, serta citra seorang perempuan dapat memberikan sesuatu yang utama dalam kemandirian keluarga. Seorang perempuan juga sebagai pendidik pemula, dan pandu kehidupan dunia dalam sejarah hidup dan kehidupan manusia. Perjuangan, pengorbanan dan pengabdian seorang perempuan sangat tulus dan tanpa pamrih.

Terkadang kemandirian seorang perempuan, sangat identik dengan sekedar isu kemandirian secara ekonomi. Padahal, jika dapat melihat persoalan perempuan yang sesungguhnya, maka ia adalah persoalan menyeluruh meski permasalahan yang ada di negara maju dan negara berkembang memiliki titik kulminasi berbeda.

Namun pada kebanyakan negara berkembang, termasuk Indonesia, persoalan perempuan banyak berkutat pada permasalahan himpitan ekonomi, rendahnya kualitas hidup, ketimpangan sosial serta budaya masyarakat. Selain itu masih minimnya akses layanan kesehatan, diskriminasi kerja, kesenjangan layanan pendidikan, kecilnya kesempatan dalam kegiatan publik, dan masih tingginya tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Ada beberapa jenis kemandirian perempuan yang perlu diberdayakan agar dapat menjaga keseimbangan dalam keluarga. Pertama, mandiri dalam ekonomi. Mandiri dalam ekonomi ini berarti memiliki kemampuan ekonomi yang produktif untuk mencari pemasukan tambahan maupun memberdayakan dirinya sendiri, juga keluarga. Oleh karena itu, perempuan perlu memiliki berbagai ketrampilan agar dapat menolong dirinya sendiri, memandirikan diri agar tidak bergantung sepenuhnya pada suami.

Kedua, mandiri dalam pengetahuan. Mandiri dalam pengetahuan berarti perempuan beraktualisasi diri dengan memanfaatkan pengetahuannya agar memiliki eksistensi. Meskipun perempuan secara ekonomi bergantung pada suami, namun perempuan secara mandiri harus dapat eksis untuk memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, lingkungan dan bangsa.

Ketiga, mandiri dalam sikap. Artinya perempuan harus memiliki kemampuan untuk bersikap dalam berbagai persoalan kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Perempuan harus menjadi mitra kerja yang setara dengan suami untuk menyampaikan saran, pendapat, masukan, maupun solusi nyata. Hal ini sangat penting agar perempuan menjadi penyeimbang sekaligus mitra kerja dalam rumah tangga, sejajar suami dalam mengarungi dan menjalankan biduk rumah tangga.

AlQuran telah menggambarkan bahwa perempuan memiliki hak untuk dapat berpacu menggapai beragam kemandirian. Baik kemandirian dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial, masyarakat, politik, serta menentukan pilihan-pilihan pribadi, maupun dalam berdakwah amar ma’ruf nahi munkar, serta beragam bentuk kemandirian lainnya.

Sejarah mencatat banyak perempuan-perempuan mandiri pada masa Rasulullah SAW. Contohnya Khadijah, seorang pebisnis perempuan yang tangguh, ulet, dan disegani oleh masyarakatnya; Aisyah, seorang perempuan yang memiliki kecerdasan sekaligus mumpuni dibidang keilmuan, perawi ribuan hadis, juga tempat belajar para sahabat setelah nabi SAW wafat. Ummu Sulaim, seorang da’i perempuan yang dakwahnya sangat menggelora, maupun Asma binti Yazid yang merupakan ahli ceramah dan diplomat ulung.

Konsep hidup kemandirian juga sejalan dengan prinsip hadis yang dikemukakan dalam riwayat Thabrani. “Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesamanya”. (HR Thabrani dan Daruquthni). Konsep kemandirian disini bukan berarti hidup sendiri tanpa membutuhkan campur tangan orang lain dalam proses hidupnya, namun tetap dibutuhkan peran orang lain dalam porsi sewajarnya. Mengingat manusia adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, tidak egois dengan menikmati hidupnya sendiri.

Oleh karena itu, peran seorang perempuan tidak boleh terkalahkan oleh apapun. Peran seorang perempuan dalam kemandirian keluarga harus terus berjalan dan dijaga dengan baik. Selain dapat memberikan kontribusi yang optimal dalam kemandirian, peran seorang perempuan juga dapat menjadi perekat rasa cinta, keluarga, keharmonisan, kesejukan, persatuan dan kesatuan, perdamaian, serta masyarakat dan bangsa.



Rabu, 18 September 2013

Keutamaan Zikir

Dalam Al Quran ada begitu banyak ayat yang memerintahkan kita untuk memperbanyak zikir. Dan penjelasan tentang keutamaannya juga ada di banyak ayat Al Quran dan hadits Rasulullah Saw.

Di dalam QS Al Ahzab: 35 yang berisikan ciri-ciri orang-orang yang akan mendapat ampunan dan pahala yang besar dimulai dari laki-laki dan perempuan yang muslim, mukmin, taat, jujur, sabar, khusyu, bersedekah, berpuasa, menjaga kehormatannya hingga akhirnya puncak kriterianya adalah orang yang banyak mengingat Allah (berzikir).

Di ayat 41 dan 42, Allah SWTberfirman, “Hai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang”.

Keutamaan zikir juga nampak dalam hadits, “Aku terserah kepada persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Jika ia mengingat-Ku (berzikir) dalam dirinya, maka Aku akan menyebutnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di dalam sebuah jama’ah, Aku akan menyebutnya di dalam jama’ah yang lebih baik dari mereka”. (Hadits Qudsi, Muttafaqun ‘alaihi dari Abu Hurairah).

Paling tidak ada beberapa keutamaan zikir yang dapat disebut di antaranya ialah:

Pertama, memperoleh ketenangan hati dan ketenteraman jiwa. Iman dan kekuatan zikir serta hubungan dengan Allah SWT menjadi kekuatan jiwa, sehingga seseorang selalu diliputi ketenangan dengan ketenteraman karena selalu ingat Allah SWT. Seperti dalam hadits Nabi SAW: “Sungguh ajaiblah orang yang beriman. Bila diberi karunia ia bersyukur (mengembalikannya kepada Allah) dan itu baik untuknya. Bila diberi musibah ia bersabar dan itu lebih baik lagi untuknya”.

Kedua, memberatkan timbangan hasanat di Yaumul Mizan. Kata Rasulullah ada ucapan zikir yang ringan diucapkan dan berat timbangan kebaikannya yaitu: “Subhanallah, walhamdulillah walaa ilaha illallah wallahu akbar”.

Ketiga, dijauhkan dari segala tipu daya setan dan marabahaya. Dengan seseorang rajin berzikir ma’tsurat (zikir yang ma’tsur) misalnya di waktu pagi dan petang, maka ia terhindar dari segala marabahaya yang datang dari syaitan jenis manusia maupun jin. Tidak akan terkena terkena tipu daya setan, hipnotis, santet, pelet, dan ilmu hitam lainnya.

Keempat, memperoleh keberuntungan dan kemenangan. “Hai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseur untuk melaksanakan shalat Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Maka apabila telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung”. (QS Al Jumu’ah: 9-10)

Jadi berzikir kepada Allah banyak-banyak adalah kunci keberuntungan dan kemenangan.

Kelima, sebagai alat kontrol dan pengendali diri jika sudah berhasil meraih kemenangan dan kesuksesan. Dalam QS. 110, Allah berfirman: “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat”.

Ayat itu mengingatkan kita agar tetap berzikir seandainya kemenangan sudah kita raih karena zikir akan jadi pengendali agar kita tidak lupa diri, ghurur atau takabbur. Semoga kita selalu terjaga dengan tetap selalu berzikir, baik dalah keadaan berdiri, duduk maupun berbaring. Tiada hari tanpa berzikir kepada Allah SWT.


Selasa, 17 September 2013

Keharmonisan Hidup Rumah Tangga

Keharmonisan hidup berumah tangga adalah salah satu faktor utama dalam membina sesebuah masyarakat yang baik dan terhormat. Rumah tangga yang baik dan harmoni ini sukar diperoleh tanpa adanya kerjasama serta saling hormat menghormati antara suami isteri serta anggota keluarga lainnya.

Suami harus berkelakuan baik dan berakhlak mulia dalam mengendalikan rumah tangganya. Selain itu, ia juga harus senantiasa memperlihatkan contoh-contoh yang baik dalam pergaulan supaya ia mudah diteladani oleh isteri dan anak-anaknya.

Tidak sewajarnya, di dalam rumah tangga, para suami bertindak keras, apalagi bengis hanya karena untuk mengarahkan itu dan ini, serta mau semuanya tersedia untuknya tanpa memikirkan suasana rumah tangga yang memerlukan kasih sayang, kerjasama dan saling bantu membantu.

Dalam kehidupan berumah tangga, Rasulullah Saw telah memberikan sekaligus memperlihatkan suri teladan yang baik yang dapat diikuti oleh seorang suami dalam membina rumah tangganya. Sebagai seorang suami, Rasulullah Saw sangat bertimbang rasa dan bersedia membantu istri dan keluarganya.

Banyak pekerjaan yang dilakukan dengan tangannya sendiri, seperti menjahit pakaian, memerah susu kambing dan apabila mau makan Baginda Rasul makan makanan yang tersedia dihadapannya.

Rasulullah Saw sangat marah kepada suami yang ringan tangan, selalu memukul isterinya sebagaimana memukul hamba sahaya. Di samping itu, Rasulullah juga menunjukkan panduan dan contoh tentang hidup tolong menolong serta perasaan kasih sayang kepada isteri. Rasulullah Saw juga menunjukkan suri teladan yang baik, khususnya kepada mereka yang mempunyai isteri lebih dari seorang.

Sebagaimana yang diketahui umum bahwa Rasulullah Saw mempunyai beberapa orang isteri yang terdiri dari berbagai usia. Ada yang masih muda dan cantik, dan ada yang sudah berumur. Walaupun demikian, Rasulullah Saw tidak pernah bersikap pilih kasih dalam layanan kasih sayang diantara mereka.

Masa dan giliran mereka dibuat dengan adil serta cukup rapi sekalipun saat Rasulullah sakit. Apabila Rasulullah Saw hendak berpergian (musafir), maka beliau mengundi antara isteri-isterinya itu dan hanya yang terkena undi (terpilih) saja yang berhak bersamanya berpergian. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari keharmonisan rumah tangga Nabi Saw.

Minggu, 15 September 2013

Kenali 4 Macam Takdir

Takdir mempunyai makna, yaitu ketetapan yang telah dibuat oleh Allah SWT menurut ilmu dan sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan kata lain, segala sesuatu yang telah terwujud di masa lalu, di masa kini maupun di masa yang akan datang, semuanya telah ditetapkan kewujudannya oleh Allah SWT

Takdir ada empat macam. Namun, semuanya kembali kepada takdir yang ditentukan pada zaman azali dan kembali kepada Ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu. Keempat macam takdir tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama, Takdir Umum (Takdir Azali). Takdir yang meliputi segala sesuatu dalam lima puluh ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Di saat Allah SWT memerintahkan al-Qalam (pena) untuk menuliskan segala sesuatu yang terjadi dan yang belum terjadi sampai hari kiamat.

Hal ini berdasarkan dalil-dalil berikut ini. “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS Al Hadid: 22)

Allah-lah yang telah menuliskan takdir segala makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum diciptakan langit dan bumi. Beliau bersabda, ‘Dan ‘Arsy-Nya berada di atas air.” (HR Muslim)

Kedua, Takdir Umuri. Yaitu takdir yang diberlakukan atas manusia pada awal penciptaannya ketika pembentukan air sperma (usia empat bulan) dan bersifat umum. Takdir ini mencakup rizki, ajal, kebahagiaan, dan kesengsaraan. Hal ini didasarkan sabda Rasulullah SAW berikut ini.

…Kemudian Allah mengutus seorang malaikat yang diperintahkan untuk meniupkan ruhnya dan mencatat empat perkara: rizki, ajal, sengsara, atau bahagia....” (HR Bukhari)

Ketiga, Takdir Samawi. Yaitu takdir yang dicatat pada malam Lailatul Qadar setiap tahun. Perhatikan firman Allah berikut ini: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS Ad Dukhan: 4)

Ahli tafsir menyebutkan bahwa pada malam itu dicatat dan ditulis semua yang akan terjadi dalam setahun, mulai dari kebaikan, keburukan, rizki, ajal, dan lain-lain yang berkaitan dengan peristiwa dan kejadian dalam setahun. Hal ini sebelumnya telah dicatat pada Lauh Mahfudz.

Keempat, Takdir Yaumi. Yaitu takdir yang dikhususkan untuk semua peristiwa yang akan terjadi dalam satu hari; mulai dari penciptaan, rizki, menghidupkan, mematikan, mengampuni dosa, menghilangkan kesusahan, dan lain sebagainya.

Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” (QS Ar Rahman: 29). Ketiga takdir yang terakhir tersebut, kembali kepada takdir azali: takdir yang telah ditentukan dan ditetapkan dalam Lauh Mahfudz.


Kamis, 12 September 2013

Bahaya Lidah

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Ada kisah menarik yang disampaikan Ibnu Katsir dalam menjelaskan asbabun nuzul Surah Al-Hujurat ayat 6. Kisah ini pernah dialami isteri Rasulullah SAW, Aisyah r.a, di bulan Sya'ban tahun kelima hijriyah.

Saat itu, Aisyah r.a, mengalami kegelisahan luar biasa akibat fitnah yang disebarkan oleh kaum munafik di Madinah. Isunya pun tidak main-main. Isteri Rasul SAW yang mulia ini dikabarkan telah berselingkuh dengan seorang sahabat Rasul yang bernama Shafwan.

Fakta-fakta pun terangkai dan tertata apik, seolah isu itu memang benar-benar terjadi. Mulai dari tidak tahunya sang suami, Rasulullah SAW, kalau Aisyah tidak pulang bersamanya dari suatu tempat dalam sebuah peperangan di Bani Musthaliq. Hingga, Aisyah r.a yang tiba-tiba datang berdua dengan seorang pemuda ganteng. Itulah dia Shafwan Ibnu Mu'aththal.

Dengan cara apa lagi Aisyah r.a menjelaskan kalau dirinya tidak seperti yang diisukan, padahal tidak ada seorang saksi pun kecuali mereka berdua. Fitnah pun merebak begitu subur dan meluas di seantero Madinah.

Kalau saja bukan karena firman Allah SWT yang menegaskan kesucian Aisyah, mungkin fitnah tersebut akan menjadi petaka besar bagi dakwah Islam saat itu.

Firman Allah SWT, "Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Jangan kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan ia baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barang siapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).” (QS An Nur: 11)

Demikian dahsyatnya bahaya lidah (Afatul Lisan). Ketajaman lidah jauh melebihi pisau dan pedang sekalipun. Karena, sekali ia beraksi dan berjalan, maka korbannya tidak hanya satu atau dua orang saja, melainkan bisa seluruh kampung, daerah, negara, bahkan jamaah sekali pun.

Islam mengajarkan kita untuk selalu berhati-hati dengan ucapan. "Siapa yang banyak bicara maka banyak pula salahnya. Siapa yang banyak salahnya, banyak pula dosanya. Dan, siapa yang banyak dosanya, maka api neraka lebih utama baginya." (HR Athabrani)

"Siapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara di antara rahangnya (mulut) dan di antara kedua pahanya (kemaluan), niscaya aku menjamin baginya surga." (HR Bukhari)


Rabu, 11 September 2013

Bekali Diri Dengan Al Quran

Al Quran adalah Minhajul Hayah bagi manusia yang tidak terikat oleh ruang dan waktu. Allah SWT telah memberikan jaminan terhadap kebenaran, keindahan serta kemudahan dalam menikmati Al Quran yang tidak hanya dapat dirasakan oleh siapa saja dan berlaku sepanjang zaman (QS Al Qomar 17,22, 32 dan 40).

Ungkapan syukur yang tak terkira kepada Allah SWT jika kita telah merasakan kemudahan menikmati Al Quran namun sungguh suatu musibah yang amat besar jika ternyata keakraban kita dengan Al Quran sangat lemah.

Kita harus berlindung kepada Allah SWT agar tidak menjadi orang yang menjadikan Al Quran sebagai mahjura (sesuatu yang ditinggalkan) tetapi sebaliknya kita harus menjadi orang seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadits yang artinya: “Perumpamaan mukmin yang aktif membaca Al Qur'an bagaikan buah Urtujjah, bau harum dan rasanya lezat.” (HR Muttafaqun 'alaih)

Maksudnya, kapanpun dan dimanapun kita berada, maka Al Quran harus memberi shibghah, artinya keberadaan kita ditengah-tengah keluarga dan masyarakat harus dapat menyebarkan semerbak ketakwaan, mujahadah, jihad dan sabar. Diamnya kita dapat membawa ketenangan dan kebahagiaan bagi semua orang yang ada disekitar kita.

Kita sadar betapa pentingnya AlQuran dalam segala aspek kehidupan. Al Quran akan menumbuhkan ‘quwwatudz dzikr, quwwatul munajat, quwwatu hubb’ dalam diri kita sehingga melahirkan hati yang peka dalam menerima taujihat (pengarahan) Allah SWT.

Untuk mencapai hal tersebut kita harus membekali diri dengan Al Quran dengan tahapan-tahapan yang benar agar menghidupkan ruh Al Quran dan berinteraksi dengan Al Quran diantaranya:

Pertama, tumbuhkan sedalam-dalamnya keimanan kepada Allah SWT. Kedua, membiasakan diri tadabur Al Quran melalui terjemahan, kitab tafsir atau mengikuti kajian tafsir di masjid, mushala, kajian mingguan, dan lainnya.

Ketiga, berusaha melaksanakan segala yang diinginkan Allah SWT karena merealisasi satu ayat tidak hanya berdampak bagi peningkatan iman tetapi berdampak pula pada semakin dalamnya pemahaman kita terhadap isyarat Al Quran. Keempat, berusaha merasakan bahwa semua Khitab (intruksi) atau arah pembicaraan Allah adalah Khitab untuk diri sendiri bukan untuk orang lain.

Kamis, 05 September 2013

Noda Dosa Dalam Hati

Muqodimah
Pada bagian ini Imam Al Ghazali memperingatkan para penuntut ilmu untuk meluruskan niatnya, yakni bahwa menuntut ilmu itu hanyalah demi mendapat keridhoan Allah SWT. Semata dan bukannya untuk kepentingan syahwat dunia.

Al Ghazali mengingatkan bahwa ketakwaan kepada Allah SWT yang diwujudkan pada ketaatan lahir dan ketaatan batin kepada Allah SWT sebagai kunci awal kepada petunjuk (ilmu). Ketaatan ini pulalah yang kemudian dibahas lebih dalam dibagian isi buku ini, dibawah judul: taat

Taat
Pada bagian ini Al Ghazali membahas bentuk-bentuk pelaksanaan ketaatan kepada Allah SWT yang tercermin dalam aktifitas amal ibadah sehari-hari seorang muslim.

Pelaksanaan ibadah-ibadah tersebut juga merupakan upaya menjaga segenap hati dan anggota badan seorang muslim dari pagi hingga petang/malam agar ia sampai kepada penunaian perintah-perintah Allah SWT yang sesuai dengan adab-adab yang telah digariskan oleh Islam. Adab-adab tersebut diantaranya adalah:

A. Adab Bangun Tidur
1. bangun pagi sebelum fajar
2. membaca doa dan pujian bangun tidur

B. Adab Masuk Jamban/Kamar Kecil
1. membaca dzikir doa masuk jamban/kamar kecil
2. mendahulukan kai kiri ketika masuk dan mendahulukan kaki kanan ketika akan keluar
3. tidak menghadap dan atau membelakangi kiblat
4. beristinja dengan air atau benda keras dan kering paling sedikit tiga kali
5. membaca dzikir doa keluar jamban/kamar kecil
6. tetap berusaha menyembunyikan diri bila buang air kecil/besar di ruang terbuka

C. Adab Berpakaian
1. niat ikhlas semata-mata untuk memenuhi perintah Allah swt (untuk menutup aurat dan bukan untuk bermegahmegahan/menyombongkan diri)
2. membaca dzikir doa memakai dan ketika membuka pakaian

D. Adab Berwudhu
1. bersiwak
2. membaca dzikir doa menjelang wudhu
3. membersihkan telapak dan punggung tangan
4. berkumur-kumur
5. membersihkan hidung dengan mengirup air ke separuh hidung/istinsyar
6. berkumur
7. membasuh seluruh wajah
8. membasuh tangan hingga kepangkal siku dengan mendahulukan tangan kanan dari tangan kiri
9. membasuh kepala dan membersihkan lubang telinga sekaligus
10.membasuh kaki dengan mendahulukan kaki kanan dari kaki kiri
11.membaca dzikir doa setelah wudhu

E. Adab Mandi
F. Adab Tayamum
G. Adab Pergi Ke Masjid
H. Adab Yang Harus Dikerjakan Sejak Pagi Hingga Petang/Malam Hari
I. Adab Berimam dan Bermakmum dalam Shalat
J. Adab Jumat
K. Adab Puasa/Shaum

Setelah membahas ketaatan yang diwujudkan dalam pelaksanaan ibadah sehari-hari seorang muslim sesuai dengan adab-adabnya dalam bentuk ibadah fisik, Imam Al Ghazali selanjutnya membahas 7 pintu maksiat yang harus diwaspadai oleh seorang muslim. Ketujuh pintu maksiat itu adalah:

1. Mata
Imam Al Ghazali menasehati agar mata kita tidak digunakan untuk:
• Melihat wanita lain yang bukan mahramnya
• Melihat sesuatu yang akan membangkitkan nafsu birahi
• Melihat kepada sesame saudara muslim dengan penuh kebencian dan kesombongan
• Melihat kepada sesama muslim dengan penuh kedengkian

2. Telinga
Imam Al Ghazali mengingatkan agar telinga kita sebaiknya hanya untuk mendengarkan ayat-ayat Allah serta untuk mendengarkan hadits-hadits rasulullah serta untuk mendengarkan hikmah-hikmah dari para aulia Allah.

3. Lidah/Lisan
Imam menasehati kita agar selalu menjaga lidah agar tidak menjerumuskan kita kedasar api neraka. Imam Al Ghazali juga mengingatkan bahaya yang ditimbulkan oleh lidah, yakni:
• Dusta, yang merupakan sumber dosa yang paling besar
• Ingkar janji
• Memfitnah
• Jidal/berbantah-bantahan tanpa hujjah yang jelas dalam hal agama
• Memuji-muji diri sendiri
• Mengutuk dan mencela
• Bersenda gurau dan berolok-olok

4. Perut
Imam Al Ghozali menasihati agar perut kita tidak diisi oleh barang/makanan yang haram serta berlebih-lebihan (kekenyangan).

5. Aurat/Syahwat sex
Imam Al Ghozali menasihati bahwa bagaimanapun juga kita tidak akan berhasil menjaga aurat/syahwat seks kecuali dengan jalan menjaga dan memelihara mata dari berbagai penglihatan yang tidak semestinya, hati, dari berbagai niat yang bukan-bukan dan perut dari berbagai makanan yang tidak menentu dan kekenyangan.

6. Tangan
Hendaknya tangan dijaga dan dipelihara dari segala perbuatan yang tercela seperti memukul sesama kaum muslimin, menyakiti makhluk, menerima harta yang tidak halal dsb.

7. Kaki
Kaki hendaknya dijaga dan dipelihara dari segala macam langkah yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.

Selanjutnya setelah membahas ketujuh pintu maksiat yang harus diwaspadai yang juga masih berupa kegiatan ibadah fisik, berikutnya pada bagian penutup, Imam Al Ghazali membahas noda dosa pada hati manusia yang merupakan kegiatan ibadah non fisik.

Dosa-dosa tersebut menyangkut masalah:

1. dengki/hasad
Sifat ini bentuk dan sumbernya hampir sama dengan sifat bakhil atau kikir dimana dia tidak suka atau merasa iri atas pemberian Allah kepada orang lain terhadap sesamanya. Orang dengan sifat ini akan menderita hukuman lahir dan batin serta selalu merasa tidak puas dan berterimakasih.

2. kemunafikan/nifaq
Dosa munafik adalah dosa besar yang hampir mendekati dosa kemusyrikan dimana sifat ini sama sekali tidak membawa manfaat apapun bagi pelakunya.

3. kesombongan/takabur
Sifat ini merupakan penyakit menahun berkepanjangan yang timbul dari kesalahan pertimbangan akal yang memandang seolah-olah hanya dirinya saja yang paling penting dan terhormat. Orang lain dipandang dengan pandangan mengejek, menghina dan merendahkan.

Akibatnya ia akan selalu berkata aku, aku seperti ucapan iblis ketika menyombongkan diri terhadap Adam as. Orang sombong adalah yang manakala berkata atau menyatakan pendapatnya bisa menimbulkan sakit hati orang lain. Sementara itu apabila mendengar pendapat orang lain yang bertentangan dengan pendapatnya ia akan menyatakan kegusarannya.


---
Ringkasan buku tema “Tazkiyatun Nafs

Diringkas oleh: Cecep Y Pramana
Judul: Noda Dosa Dalam Hati (Dipetik dari Kitab Bidayatul Hidayah oleh: Imam al Ghazali)
Alih Bahasa: H. Rus’an
Penerbit: Bulan Bintang, Jakarta, Cet. Ke-4 tahun 1989
Halaman: 120 halaman


Minggu, 01 September 2013

Wanita Muslimah Lebih Cantik Daripada Bidadari

Meskipun sudah banyak dijelaskan tentang kecantikan bidadari, akan tetapi seorang wanita shalihah, yang taat kepada Allah dan suaminya yang mukmin, maka kecantikannya di surga akan melebihi bidadari tujuh puluh kali.

Hal itu dikarenakan wanita shalihah selalu mendirikan shalat, puasa, ikut bertanggung jawab dalam dakwah dan iman kepada Allah SWT.

Wahai saudaraku muslimah, ketahuilah bahwa engkau kelak akan lebih cantik dari bidadari, dengan syarat engkau bersabar dan taat kepada Allah dan beriman pada-Nya.

Sekarang dengan jilbab/hijab mu, imanmu, malumu, engkau adalah wanita cantik. Teruslah bersabar, hingga engkau mendapatkan telaga Rasulullah SAW dan melihat Dzat Allah SWT

Kamis, 22 Agustus 2013

Akhirnya Nongol di Twitter

twitter-kiralmoerad

Salam alaikum sobat Ruang, Akhirnya Nongol di Twitter? sebenarnya dulu sudah pernah nyoba bikin twitter, tapi karna lebih asyik nongkrong di facebook dan google+ akhirnya jejaring sosial yang satu ini jadi terbengkalai, dan terakhir lupa password sama username untuk login, ya sudahlah.

Entah apa yang memotivasi, akhirnya disebuah pagi ingin rasanya melebarkan tali pertemenan ke dunia Twitter yang katanya memiliki iklim lebih gimana gitu (but i dont care) so this is it, @KiralMoerad jika tidak keberatan atau sedikit terasa ringan, silahkan di follow, and be sure i'll be there on your follower list soon (sok english)




Salam kenal, dan salam persahabatan, selalu ada rasa yang beda jika ada teman berbagi dan memberi.
Wassalamualaikum

Rahasia Yang Maha Indah Ebook

Rahasia YangMaha Indah

Rahasia yang Maha Indah (Lathaiif al-Minan) adalah salah satu buku karangan Ibnu Atha'illah. Setelah pada kesempatan sebelumnya di blog ini juga dishare salah satu karangan fenomenal milik beliau yakni Kitab Al-Hikam, silahkan download ebook terjemahan Al-hikam bahasa indoensia bagi anda yang belum memilikinya.

Tidak berbeda dengan kitab Al-Hikam, Kitab  Rahasia yang Maha Indah juga berisi pesan-pesan hikmah dengan menggunakan bahasa yang sangat menawan, ringan tapi penuh makna. Keindahan dan keluwesan bahasa memang menjadi ciri khas dalam setiap kitab Ibnu Atha'illah.

Kitab Lathaiif al-Minan (Rahasia Yang Maha Indah) banyak mengisahkan dua sosok agung yang telah mencapai puncak ketinggian ruhani yakni Abu al-Hasan al-Syadzili r.a. dan Abu al-Abbas al-Mursi r.a.guru beliau sendiri (ibnu Atha'illah). Selain itu di dalam Kitab Rahasia Yang Maha Indah ini, juga terdapat banyak pembahasan hal-hal istimewa lainnya yang mungkin selama ini sulit difahami.

Boleh dikatakan kitab Rahasia yang Maha Indah merupakan koleksi wajib bagi kita umat yang semakin hari semakin buta oleh rayuan dunia.

Silahkan download Ebooknya di Pojok Download blog ini, download juga berbagai macam kitab, dan hal-hal bermanfaat lainnya. Format File adalah *.exe ukuran sekitar 3.3 Mb. Demikian postingan Rahasia Yang maha Indah, semoga bermanfaat. wassalamualaikum

Rabu, 21 Agustus 2013

Download Kumpulan Cerita Islam

Kumpulan-Cerita-Islam

Tidak ada salahnya kita menambah kumpulan cerita-cerita islam ketimbang kepala ini kita jejali melulu dengan kisah inspiratif modern yang banyak kita temui akhir-akhir ini. Selain memiliki nilai religi yang kental pesan-pesan yang dikandung juga tidak kalah dengan kisah-kisah inspiratif umum lainnya.

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi sebuah ebook kumpulan cerita islam, semoga nantinya bisa bermanfaat. Download Kumpulan Cerita islam.

Tapi sebelumnya saya ingin share sebuah cerita islam yang saya kutif dari ebook yang akan saya share ini, sebuah kisah berjudul :

AL-BALKHI DAN SI BURUNG PINCANG 

Alkisah, hiduplah pada zaman dahulu seorang yang terkenal dengan kesalehannya, bernama al-Balkhi. Ia mempunyai sahabat karib yang bernama Ibrahim bin Adham yang terkenal sangat zuhud. Orang sering memanggil Ibrahim bin Adham dengan panggilan Abu Ishak.

Pada suatu hari, al-Balkhi berangkat ke negeri orang untuk berdagang. Sebelum berangkat,tidak ketinggalan ia berpamitan kepada sahabatnya itu. Namun belum lama al-Balkhimeninggalkan tempat itu, tiba-tiba ia datang lagi. Sahabatnya menjadi heran, mengapa ia pulang begitu cepat dari yang direncanakannya. Padahal negeri yang ditujunya sangat jauh lokasinya.

Ibrahim bin Adham yang saat itu berada di masjid langsung bertanya kepada al-Balkhi, sahabatnya.
"Wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau pulang begitu cepat?"
"Dalam perjalanan", jawab al-Balkhi, "aku melihat suatu keanehan, sehingga aku memutuskanuntuk segera membatalkan perjalanan".
"Keanehan apa yang kamu maksud?" tanya Ibrahim bin Adham penasaran.
"Ketika aku sedang beristirahat di sebuah bangunan yang telah rusak",
jawab al-Balkhi menceritakan, "aku memperhatikan seekor burung yang pincang dan buta.
Aku pun kemudian bertanya-tanya dalam hati. "Bagaimana burung ini bisa bertahan hidup, padahal ia berada di tempat yang jauh dari teman-temannya, matanya tidak bisa melihat, berjalan pun ia tak bisa". "Tidak lama kemudian", lanjut al-Balkhi, "ada seekor burung lain yang dengan susah payah menghampirinya sambil membawa makanan untuknya.

Seharian penuh aku terus memperhatikan gerak-gerik burung itu. Ternyata ia tak pernah kekurangan makanan, karena ia berulangkali diberi makanan oleh temannya yang sehat".
"Lantas apa hubungannya dengan kepulanganmu?" tanya Ibrahim bin Adham yang belum mengerti maksud kepulangan sahabat karibnya itu dengan segera.
"Maka aku pun berkesimpulan", jawab al-Balkhi seraya bergumam,
"bahwa Sang Pemberi Rizki telah memberi rizki yang cukup kepada seekor burung yang pincang lagi buta dan jauh dari teman-temannya. Kalau begitu, Allah Maha Pemberi, tentu akan pula mencukupkan rizkiku sekali pun aku tidak bekerja". Oleh karena itu, aku pun akhirnya memutuskan untuk segera pulang saat itu juga".

Mendengar penuturan sahabatnya itu, Ibrahim bin Adham berkata, "wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau memiliki pemikiran serendah itu? Mengapa engkau rela mensejajarkan derajatmu dengan seekor burung pincang lagi buta itu? Mengapa kamu mengikhlaskan dirimu sendiri untuk hidup dari belas kasihan dan bantuan orang lain? Mengapa kamu tidak berpikiran sehat untuk mencoba perilaku burung yang satunya lagi? Ia bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan hidup sahabatnya yang memang tidak mampu bekerja? Apakah kamu tidak tahu, bahwa tangan di atas itu lebih mulia daripada tangan di bawah?"

Al-Balkhi pun langsung menyadari kekhilafannya. Ia baru sadar bahwa dirinya salah dalam mengambil pelajaran dari kedua burung tersebut. Saat itu pulalah ia langsung bangkit dan mohon diri kepada Ibrahim bin Adham seraya berkata, "wahai Abu Ishak, ternyata engkaulah guru kami yang baik". Lalu berangkatlah ia melanjutkan perjalanan dagangnya yang sempat tertunda.

Dari kisah ini, mengingatkan kita semua pada hadits yang diriwayatkan dari Miqdam bin Ma'dikarib radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, yang artinya:
"Tidak ada sama sekali cara yang lebih baik bagi seseorang untuk makan selain dari memakan hasil karya tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud 'alaihis salam makan dari hasil jerih payahnya sendiri" (HR. Bukhari).

Demikian salah satu kisah yang saya kutipkan dari ebook kumpulan cerita islam, semoga bermanfaat. Jika anda tertarik membaca kisah-kisah yang lain, silahkan download kumpulan cerita islam. Wassalam.

Merasakan Hidup di Bawah Naungan Al Qur’an

Abu Talhah, suami Ummu Sulaim, suatu hari membaca Al Qur’an. Ketika sampai pada surat At Taubah ayat ke-41 yang berbunyi: “infiruu khifafawwatsiqaalan” (berangkatlah kamu sekalian dalam keadaan merasa ringan ataupun berat), lalu ia menghentikan bacaannya dan berkata, “Aku tidak berpendapat selain Allah SWT. Memerintahkan berangkat ke medan perang baik orang muda maupun sudah tua”.

Saat itu Abu Thalhah sudah berusia lanjut dan punya anak-anak berusia muda. “Wahai anak-anakku, tolong siapkan segala perlengkapan perangku!” perintah Abu Thalhah. Mendengar perintah yang serius itu, anak-anak Abu Thalhah yang juga ‘singa-singa’ Allah itu tersentak. Mereka menilai ayahnya terlalu tua untuk turut berperang. Mereka mencoba menahannya.

“Ayah, engkau telah berperang bersama Rasulullah SAW hingga beliau wafat. Engkau juga turut seta berjihad bersama khalifah Abu Bakar sampai beliau dipanggil Allah SWT. Dan engkau pun tak pernah ketinggalan dalam menegakkan kalimatullah bersama Umar bin Khattab sampai beliau pun meninggalkan kita. Oleh karena itu, sekarang cukuplah kami yang terjun ke medan jihad itu”.

Tak terlihat perubahan sikap pada diri Abu Thalhah. Bahkan selanjutnya dia berkata, “Wahai anak-anakku, tolong siapkan perlengkapan perangku. Tidakkah kalian tahu bahwa Allah SWT telah memanggil kita yang muda maupun yang tua dengan firmannya “infiruu khifafawwatsiqaalan”.

Akhirnya, Abu Thalhah pun berangkat. Pertempuran yang ia terjuni kali ini pertempuran laut. Dan beliau mendapat kemuliaan syahadah (mati syahid) di tengah lautan. Setelah perjalanan satu pekan di laut, baru kawan-kawannya menemukan dataran untuk mengebumikan jasad as-syahid. Yang luar biasa, sampai saat dikebumikan, tubuhnya tak berubah sedikitpun.

Itulah sosok mukmin yang telah menjadikan Al Qur’an sebagai panduan hidupnya. Jiwanya, pikirannya, dan seluruh tubuhnya telah benar-benar ‘dirasuki’ kalam ilahi. Orang seperti Abu Thalhah telah menjadi manusia yang hidup di ‘alam lain’. Ia tak lagi terbelenggu dengan jerat-jerat dunia. Ia telah menjadi manusia yang melayang-layang ke angkasa keimanan sehingga selalu siap menerima segalah titah dari Khaliqnya.

Seperti itu pulalah yang dirasakan Sayyid Quthb dalam interaksinya dengan Al Qur'an. Sayyid Quthb, seperti ungkapannya yang dituangkan dalam mukadimah Fii Dzilaalil Qur'an, merasakan hidup di bawah naungan Al Qur’an benar-benar penuh kenikmatan, keteduhan, kelapangan jiwa serta kemuliaan yang tiada taranya.

Ia merasa diangkat oleh Al Qur’an sedemikian tinggi di atas segala daya tarik dunia dan propaganda-propaganda murahannya. Ia telah diangkat sedemikian tinggi sehingga dapat melihat kedegilan orang-orang yang ingkar kepada Penciptanya. Ia melihat mereka bagaikan orang dewasa yang sedang memperhatikan bocah-bocah ingusan yang sedang bermain-main dengan lumpur.

Jika itu yang dirasakan Sayyid Quthb, maka sangat wajarlah jika ia lebih menyukai kematian mulia, syahadah, ketimbang harus menjadi budak penguasa yang zhalim. Dalam perjalanan sejarahnya, Al Qur'an berhasil menghidupkan umat-umat yang ‘mati’.

Betapa banyak manusia yang berhati sekeras batu, bengis, dan tak berperikemanusiaan, lalu tiba-tiba menjadi manusia yang gampang mengucurkan air mata di hadapan Penciptanya dan menjadi penegak keadilan yang tangguh.

Luar biasa memang Al Qur’an. Maha Besar Allah SWT yang telah berfirman: “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al Qur’an) dengan perintah Kami”. (QS Asy-Syura: 52).



Minggu, 18 Agustus 2013

Membaca Al Quran Dengan Teratur

Membaca Al Quran setiap hari selayaknya menjadi kebiasaan kita dan sangatlah dianjurkan agar kita khatam Al Quran dalam waktu tidak lebih dari satu bulan dan tak kurang dari tiga hari. Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar biasa melakukan puasa, sementara setiap malam membaca keseluruhan Al Quran.

Ketika hal ini disampaikan kepada Rasul, beliau memanggil Abdullah. Rasulullah berkata, "Aku memperoleh informasi bahwa engkau biasa melakukan puasa dan menyelesaikan membaca keseluruhan Al Quran dalam semalam". Dijawab oleh Abdullah, "Betul ya Rasulullah SAW, niat saya hanyalah ingin mendapat kebaikan." Rasul bersabda, "Seharusnya telah cukuplah bagimu untuk berpuasa selama tiga hari dalam sebulan."

Abdullah berkata, "Ya Rasulullah, saya kuat untuk berpuasa lebih dari 3 hari dalam sebulan." Rasul bersabda, "Dengarlah, isterimu punya hak atas kamu dan tubuhmu punya hak pula atas kamu; karena itu, berpuasalah seperti nabi Allah, Daud. Dia adalah abdi yang terbaik di antara manusia."

Abdullah berkata lagi, "Ya Rasulullah, bagaimanakah cara nabi Daud berpuasa?" Dijawab oleh Rasul, "Beliau biasa berpuasa satu hari dan hari berikutnya tidak berpuasa. Dan kamu juga boleh menyelesaikan membaca seluruh Al Quran dalam satu bulan". Abdullah berkata, "Ya Rasulullah, saya lebih kuat dari itu".

Beliau bersabda, "Selesaikanlah dalam 20 hari". Abdullah bin Umar berkata, "Ya Rasulullah, saya lebih kuat dari itu". Dijawab oleh Rasul, "Selesaikanlah dalam 10 hari". Abdullah bin Umar berkata, "Saya lebih kuat dari itu".

Rasul menjawab bahwa dia seharusnya menyelesaikannya setiap 7 hari dan jangan khatam kurang dari itu, karena "isterimu memiliki hak atas kamu, tamu memiliki hak atas kamu, dan juga ada hak-hak tubuhmu".

Abdullah bin Umar berkata, "Saya ingin kekerasan jadi saya memperoleh perintah-perintah keras, dan Rasul bersabda, 'Kamu tidak tahu, barangkali kamu akan hidup lama'. Apa yang dikatakan oleh Rasul benar adanya. Ketika saya menjadi tua, saya menghendaki bahwa dulu saya melakukan sesuatu atas izin Rasul" (HR Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Amar bin Aas: "Rasulullah SAW bersabda, 'barangsiapa yang menyelesaikan membaca Al Quran dalam waktu kurang dari tiga hari maka dia tidak akan dapat memahaminya'. Yang dimaksud dengan tidak memahami Al Quran di sini adalah bahwa dia tidak akan dapat memahami dasar-dasar makna maupun realitasnya.

Perihal pahala (thawab) untuk membaca Al Quran, bila dia mampu khatam dalam satu hari dia tidak akan kehilangan pahala tersebut, namun pahala untuk merenungkan serta memikirkan (tadabbur) Al Quran tidak akan diberikan kepadanya.

Pentingnya membaca Al Quran setiap hari adalah karena hati kita membutuhkan makanan dan perawatan; dan hanya dalam Al Quran sajalah kedua hal ini telah disediakan: "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari TuhanMu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS Yunus: 57)

Seseorang yang tidak membaca Al Quran setiap harinya, akan diserang penyakit tanpa disadari. Lentera iman di dalam dadanya semakin mengecil dan dia tidak begitu memperdulikan masalah ini. Karena itu, untuk menciptakan hangatnya keimanan di dalam dada kita, membaca Al Quran setiap hari sangat perlu: "…dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya)..." (QS Al Anfaal: 2)

Namun, bila karena satu dan lain hal kita tak dapat membaca Al Quran setiap hari maka sediakanlah beberapa hari dalam satu bulan dimana kita dapat menyelesaikan membaca sebagian dari Al Quran. Semoga keberkahan selalu menuai dalam hati kita. Amin

Senin, 12 Agustus 2013

Bingung Dengan Konsep Trinitas, Kathryn Akhirnya Memeluk Islam


Assalamualaikum Sobat ruang, pada kesempatan  ini saya ingin berbagi sebuah kisah perjalan seorang mualaf "Kathryn Bouchard" sampai akhirnya mendapat hidayah Allah dan memeluk agama islam, agama paling masuk akal, satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah ta'ala. Bingung Dengan Konsep Trinitas, Kathryn Akhirnya Memeluk Islam

Kathryn Bouchard dibesarkan dalam lingkungan keluarga Katolik yang moderat. Kedua orangtuanya adalah guru sekolah Katolik. Hubungan antar keluarg mereka terbilang akrab satu sama lain. Kathryn yang asal Kanada menghabiskan masa remajanya di London dan Ontario. Seperti penganut Katolik lainnya, ia pergi ke gereja setiap hari minggu, sekolah di sekolah Katolik hingga ke jenjang universitas. Kathyrn kuliah di Brescia University College, sebuah perguruan tinggi Kristen khusus perempuan yang berafiliasi dengan Universitas Western Ontario.
“Meski saya dibesarkan dalam lingkungan Katolik, orangtua mendorong saya untuk berteman dengan beragam orang dari berbagai latar belakang dan boleh menanyakan apa saja berkaitan dengan kehidupan dan agama,” kata Kathryn.

Konsep Trinitas Yang Tak Masuk Akal
Ia mulai mempelajari agama-agama dalam usia yang relatif masih mudah ketika ia berusia 16 atau 17 tahun dan masih duduk di sekolah menengah. Kathryn mengatakan, ia tidak mau menjadi bagian dari sebuah agama hanya karena ia sudah menganut agama itu sejak ia dilahirkan. Itulah sebabnya, Kathryn tidak sungkan mempelajari beragam agama mulai dari Hindu, Budha sampai Yudaisme. Ketika itu, ia hanya sedikt saja mengeksplorasi agama Islam.
Alasan Kathryn mempelajari beragam agama, salah satunya karena banyak hal dalam ajaran Katolik yang tidak dipahami Kathryn. “Kami sering kedatangan pendeta di sekolah dan kami melakukan pengakuan dosa. Saya pernah bertanya pada seorang pendeta,’Saya betul-betul tidak paham dengan konsep Trinitas. Bisakah Anda menjelaskannya?’ Tapi pendeta itu menjawab ‘Yakini saja’. Mereka tidak memberikan jawabannya,” tutur Kathryn.
Ia belum mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang konsep Trinitas dalam agama Kristen, hingga ia di bangku kuliah dan mempelajari berbagai ilmu di seminari dan mempelajari teologi agama Katolik.
“Jika saya menanyakan tentang Trinitas, mereka akan menjawab ‘ayah dan ibumu saling mencintai, ketika mereka memiliki anak, itu seperti tiga dalam satu dengan identitas berbeda’. Jadi, banyak sekali analogi yang diberikan untuk menjelaskan bagaimana Yesus bisa menjadi Tuhan dan menjadi anak Tuhan dan menjadi dirinya sendiri. Saya pikir banyak penganut Kristen yang menerima konsep ini tanpa memahaminya, ” ujar Kathryn.
Ia lalu menanyakan konsep Trinitas ke beberapa temannya dan ia mendapat jawaban bahwa konsep Trinitas ada dan ditetapkan sebagai dasar kepercayaan dalam agama Kristen setelah Yesus wafat. Sebuah jawaban yang mengejutkan Kathryn, karena itu artinya semua dasar dalam ajaran Kristen adalah ciptaan manusia. Yesus semasa hidupnya tidak pernah bilang dirinya adalah anak Tuhan dan tidak pernah mengatakan bahwa dirinya Tuhan.
“Saya membaca Gospel Mathias pertama dan dalam Gospel itu Yesus tidak direferensikan sebagai anak Tuhan, tapi anak seorang manusia. Tapi dalam Gospel yang ditulis setelah Yesus wafat, banyak sekali disebutkan bahwa Yesus adalah anak Tuhan. Dan disebutkan pula bahwa ada alasan politis dibalik argumen konsep Trinitas,” papar Kathryn.
Ia melanjutkan,”Saya juga menemukan bahwa Yesus berdoa dan memohon pertolongan pada Tuhan. Jika Yesus minta pertolongan pada Tuhan, lalu bagaimana Yesus bisa menjadi Tuhan. Ini tidak masuk akal buat saya.”

Mengenal Islam
Setelah menyelesaikan studinya di Ontario, Kathryn pindah ke Montreal dan di kota ini ia bertemu dengan banyak Muslim dari berbagai latar belakang mulai dari Eropa, Afrika dan Karibia. Keberagaman ini membuka mata Kathryn bahwa pemeluk Islam ternyata berasal dari berbagai latar belakang kebangsaaan. Fakta ini mendorongnya untuk lebih banyak belajar tentang Muslim dan latar belakang mereka.
Kathryn mulai membaca banyak referensi tentang Islam. Tapi ia menemukan bahwa contoh-contoh ekstrim tentang Islam di internet sehingga ia sempat berkomentar “Saya tidak mau menjadi bagian dari agama ini (Islam).” Oleh sang ayah, Kathryn disuruh terus membaca karena menurut sang ayah, dalam banyak hal sering terjadi salah penafsiran.
Kathryn pun melanjutkan pencariannya tentang Islam. Ia bergabung dengan situs “Muslimahs”, sebuah situs internasional yang beranggotakan para Muslimah maupun para mualaf dari berbagai negara. Dari situs inilah ia banyak belajar dan bertanya tentang Islam.
Kathryn mengatakan banyak hal yang ingin ia ketahui tentang ajaran Islam. Misalnya, apa saja persamaan dan perbedaan ajaran Islam dan Kristen, bagaimana posisi Yesus dalam Islam, siapa Nabi Muhammad, masalah poligami dan berbagai isu Islam yang muncul pasca serangan 11 September 2001 di AS.
Selama kuliah di Montreal, Kathryn belajar banyak hal tentang Islam. Ketika ia pulang ke London, orangtuanya mengira bahwa Kathryn hanya rindu kembali ke rumah dan bukan untuk memperdalam minatnya pada Islam. Kathryn lalu membeli al-Quran dan buku-buku hadist. Pada ayahnya, ia bilang bahwa al-Quran bukan buatan manusia, ketika membaca al-Quran sepertinya Tuhan sedang bicara pada kita.
“Anda merasa bahwa ada juga kebenaran yang ditulis dalam alkitab, tapi Anda tidak akan merasa bahwa itu semua tidak ditulis langsung oleh Tuhan. Sedangkan al-Quran, Anda akan merasakan kebenaran yang sesungguhnya,” ujar Kathryn.
“Saya juga menemukan banyak ilmu pengetahuan yang sudah lebih dulu diungkap oleh al-Quran dan baru muncul kemudian dalam kehidupan manusia. Saya pikir, al-Quran diturunkan pada manusia dengan tingkat emosional dan logis. Islam mendorong umatnya untuk berpikir dan mencari ilmu,” sambung Kathryn.
Kathryn pun mulai belajar salat, datang ke ceramah-ceramah agama dan mengontak masjid terdekat untuk mencari informasi apakah masjid itu punya program untuk orang-orang sepertinya dirinya, yang berminat pada agama Islam.
“Pertama kali saya masuk ke masjid, saya menangis. Saya merasakan ada energi yang begitu besar yang tidak saya rasakan ketika saya ke gerejat,” kisah Kathryn yang kemudian belajar membaca al-Quran di masjid itu. Ia terus belajar dan bergaul dengan para warga Muslim. Sedikit demi sedikit, Kathryn bisa mengubah gaya hidupnya.
Ditanya apakah orangtuanya keberatan dengan perubahan dirinya. Kathryn mengaku butuh waktu cukup panjang untuk meyakinkan orangtuanya bahwa ia tidak menjauh dari keluarganya jika memeluk Islam.

Mengucap Dua Kalimat Syahadat
Kathryn mengungkapkan bahwa ia sendiri tidak pernah menyangka akhirnya memutuskan masuk Islam dan itu semua terjadi begitu saja. Saat itu, di bulan Juni tahun 2008, seperti biasanya ia datang ke pengajian mingguan di sebuah Islamic Center. Ia sama sekali berniat mengucapkan dua kalimat syahadat hari itu. Tapi ketika ia tiba di gedung Islamic Center, banyak sekali orang-orang yang telah ia kenal hadir.
Hari itu, tema pengajian adalah umrah. Banyak anak-anak muda Muslim yang datang dan menceritakan pengalaman mereka ikut umrah serta bagaimana hidup mereka berubah setelah umrah. Pengajian dibimbing oleh Dr Munir El-Kassem. Saat Dr El-Kassem bertanya apakah ada diantara para hadirin yang ingin mengajukan pertanyaan, Kathryn dengan spontan mengangkat tangan dan berkata,”Bisakah saya mengucapkan syahadat?” Kathryn sempat kaget sendiri dengan pertanyaan itu karena ia merasa tidak merencanakannya. Semua terjadi begitu saja, spontan.
“Seketika ruangan menjadi sunyi dan saya pikir Dr El-Kassem juga terkejut. Saya memang mengenakan kerudung setiap kali datang pengajian sebagai bentuk penghormatan saya pada Islam. Dr El-Kassem lalu meminta saya maju ke depan dan menceritakan di depan hadirin bagaimana saya bisa sampai pada Islam,” tutur Kathryn.
Kathryn mengaku gemetar ketika mengucapkan dua kalimat syahadat. “Tapi saya merasa hati saya begitu lapang, penuh dengan cahaya ibarat sebuah pintu hati yang terbuka. Saya mereka sudah mengambil jalan yang benar,” ungkap Kathryn.
Itulah hari bersejarah bagi Kathryn, hari dimana ia memulai kehidupan sebagai seorang Muslimah. Tahun pertama menjalankan puasa di bulan Ramadhan, diakui Kathryn sangat berat. Namun ia merasa bahagia setelah menjadi seorang Muslim. Kathryn mengaku hidupnyan lebih teratur, disiplin dan sehat karena ia tidak lagi makan daging babi dan minum minuman beralkohol. Kathryn juga mengatakan bahwa ia kini tahu apa sebenarnya tujuan dan mau kemana arah hidupnya. (Red/iol/readislam)

Sekian kisah  Kathryn yang akhirnya memilih islam, agama paling masuk akal, "Bingung Dengan Konsep Trinitas, Kathryn Akhirnya Memeluk Islam" judul asli "Dogma Trinitas Tak Masuk Akal, Kathryn Akhirnya Memilih Islam" dikutip dari www.eramuslim.com semoga bermanfaat.

Minggu, 11 Agustus 2013

Persepsi Yang salah Terhadap Syiah


Persepsi Yang salah terhadap Syiah.
Salam alaikum sobat Ruang, pada kesempatan yang berhagia ini, masih dalam suasan Lebaran, saya kembali berbagi sebuah video dari Quraish Shihab yang menjelaskan secara gamblang, tentang kelompok Syiah, seperti apa syiah yang sebenarnya, yang akhir akhir ini ramai diberitakan, dan di cap SESAT oleh beberapa kelombok orang, termasuk saya dulunya.

Ternyata kita memang tidak bisa melihat syiah secara keseluruhan hanya dari satu sekte saja, sementara di dalam syiah sendiri terdapat begitu banyak faham dan mazhab-mazhab yang berbeda, bahkan bertentangan. Oleh karena itu melalui postingan ini saya mengajak kita semua untuk tidak ikut-ikutan mengecap sesat total kelompok syiah seperti yang ramai di lontarkan oleh orang orang awam belakangan ini, saya takut kejadian di suriah dan libya belakangan hari terjadi di indonesia, karna sekarang saja, banyak cendikiawan muslim dan ulama ulama NU dan muhammadiyah di anggap Pro syiah, sementara dibenak masyarakat, Syiah berarti sesat dan mesti dimusnahkan.

Ulama Sunni Aswaja seperti Syekh Al Buthi Al-Buti dibunuh karena difitnah sebagai Syi’ah. Ulama Sunni lainnya Syaikh Hassan Saifuddin (80 tahun) secara brutal dipenggal kepalanya di bagian utara Kota Aleppo oleh sekelompok militan yang dibekingi pihak asing dan menyeret tubuhnya di jalanan. Kepalanya ditanam di menara sebuah masjid yang biasa digunakan untuk berkhotbah. Banyak Ulama Sunni yang difitnah sebagai Syi’ah seperti Al Buthi, Habib Rizieq Syihab, KH Said Agil Siradj, Prof Dr. Quraisy Shihab, dsb.
Jadi Syi’ah itu kafir dan harus dibunuh menurut mereka. Celakanya banyak juga Sunni difitnah sbg Syi’ah dan harus dibunuh. Yahudi malah aman!
Padahal 200 Ulama dari 50 negara2 Islam sudah sepakat bahwa Sunni dan Syi’ah adalah bagian dari Islam dan menyeru agar hidup rukun dan damai:
Sumber : http://kabarislam.wordpress.com/2013/04/09/buat-para-penggemar-berita-arrahmah-com-dan-voa-islam-com/

Berikut ini saya kutipkan fatwa yang ditandatangani oleh 200 ulama dari 50 negara termasuk indonesia, semoga ini semakin memperjelas, karena selama ini kita lebih banyak mendengar kabar-kabar dari pihak yang ingin memecah belah persatuan islam, kelompok yang sudah dikabarkan rasullullah dalam hadis akan kedatangannya, ya kelompok yang menghalalkan darah  muslim dan melindungi orang-orang kafir dan yahudi...coba berfikir, jangan terlalu percaya media, pasti akan ketemu jawabannya siapa. :D

http://ammanmessage.com

"Risalah Amman – Fatwa Konferensi Ulama Islam Internasional"
Konferensi ini diadakan di Amman, Mamlakah Arabiyyah Yordania, dengan tema “Islam Hakiki dan Perannya dalam Masyarakat Modern”. (27-29 Jumadil Ula. 1426 H. / 4-6 Juli 2005 M.)
Bismillahirrahmanirrahim. Shalawat dan salam semoga tercurah pada Baginda Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya yang suci. “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa…” (QS. an-Nisa ayat 1).
Sesuai dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh yang terhormat:
  1. Al-Imam al-Akbar Syaikh Mahmud Syalthut, asy-Syaikh Ahmad Thanthowi, Dewan Rektorat Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir.
  2. Ayatullah Sayyid Ali as-Sistani Mufti Besar Syi’ah Iraq
  3. Ayatullah ‘Udzma Sayyid Ali Khamenei al-Husaini Mufti Besar Syi’ah Iran
  4. Yang Terhormat Mufti Besar Kesultanan Oman
  5. Akademi Fiqih Islam Kerajaan Saudi Arabiyyah
  6. Dewan Urusan Agama Turki
  7. Mufti Akbar Kerajaan Yordania dan Para Anggota Komite Fatwa Nasional Yordania
  8. Syaikh Dr. Yusuf al-Qaradawi Mufti Besar Sunni Mesir
Sesuai dengan kandungan pidato yang mulia Raja Abdullah II bin al-Hussein, Raja Yordania, pada acara pembukaan onferensi. Sesuai dengan pengetahuan tulus ikhlas kita pada Allah Swt., dan sesuai dengan seluruh makalah penelitian dan kajian yang tersaji dalam konferensi ini serta seluruh diskusi yang timbul darinya. Kami, yang bertandatangan di bawah ini, dengan ini menyetujui dan menegaskan kebenaran butir-butir yang tertera di bawah ini:
  • Siapa saja yang mengikuti dan menganut salah satu dari empat madzhab Ahlussunnah (Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hanbali), dua madzhab Syi’ah Ja’fariyyah dan Zaidiyyah, madzhab Ibadhiyyah dan madzhab Dzahiriyyah adalah Muslim. Tidak diperbolehkan mengkafirkan salah seorang dari pengikut/penganut madzhab-madzhab yang disebut di atas. Darah, kehormatan dan harta benda salah seorang dari pengikut/penganut madzhab-madzhab yang disebut di atas tidak boleh dihalalkan. Lebih lanjut, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti akidah Asy’ari atau siapa saja yang mengamalkan tasawuf (sufisme). Demikian pula, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti pemikiran Salafi yang sejati. Sejalan dengan itu, tidak diperbolehkan mengkafirkan kelompok Muslim manapun yang percaya pada Allah, mengagungkan dan mensucikanNya, meyakini Rasulullah (Saw.) dan rukun-rukun iman, mengakui lima rukun Islam, serta tidak mengingkari ajaran-ajaran yang sudah pasti dan disepakati dalam agama Islam.

  • Ada jauh lebih banyak kesamaan dalam madzhab-madzhab Islam dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan di antara mereka. Para pengikut/penganut kedelapan madzhab Islam yang telah disebutkan di atas semuanya sepakat dalam prinsip-prinsip utama Islam (ushuluddin). Semua madzhab yang disebut di atas percaya pada satu Allah Yang Maha Esa dan Makakuasa; percaya pada al-Quran sebagai wahyu Allah; dan bahwa Baginda Muhammad Saw. adalah Nabi dan Rasul untuk seluruh manusia. Semua sepakat pada lima rukun Islam: dua kalimat syahadat (syahadatain), kewajiban shalat, zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan Haji ke Baitullah di Mekkah. Semua percaya pada dasar-dasar akidah Islam: kepercayaan pada Allah, para malaikatNya, kitab-itabNya, para rasulNya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk dari sisi Allah. Perbedaan di antara ulama kedelapan adzhab Islam tersebut hanya menyangkut masalah-masalah cabang agama (furu’) dan tidak menyangkut prinsip-prinsip dasar (ushul) Islam. Perbedaan pada masalah-masalah cabang agama tersebut adalah rahmat Ilahi. Sejak dahulu dikatakan bahwa keragaman pendapat di antara ulama adalah hal yang baik.

  • Mengakui kedelapan madzhab dalam Islam tersebut berarti bahwa mengikuti suatu metodologi dasar dalam mengeluarkan fatwa: tidak ada orang yang berhak mengeluarkan fatwa tanpa keahlihan pribadi khusus yang telah ditentukan oleh masing-masing madzhab bagi para pengikutnya. Tidak ada orang yang boleh mengeluarkan fatwa tanpa mengikuti metodologi yang telah ditentukan oleh madzhab-madzhab Islam tersebut di atas. Tidak ada orang yang boleh mengklaim untuk melakukan ijtihad mutlak dan menciptakan madzhab baru atau mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak bisa diterima hingga membawa umat Islam keluar dari prinsip-prinsip dan kepastian-kepastian syariah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh masing-masing madzhab yang telah disebut di atas.

  • Esensi Risalah Amman, yang ditetapkan pada malam Lailatul Qadar tahun 1425 H dan dideklarasikan dengan suara lantang di Masjid al-Hasyimiyyin, adalah kepatuhan dan ketaatan pada madzhab-madzhab Islam dan metodologi utama yang telah ditetapkan oleh masing-masing madzhab tersebut. Mengikuti tiap-tiap madzhab tersebut di atas dan meneguhkan penyelenggaraan diskusi serta pertemuan di antara para penganutnya dapat memastikan sikap adil, moderat, saling memaafkan, saling menyayangi, dan mendorong dialog dengan umat-umat lain.

  • Kami semua mengajak seluruh umat untuk membuang segenap perbedaan di antara sesama Muslim dan menyatukan kata dan sikap mereka, menegaskan kembali sikap saling menghargai, memperkuat sikap saling mendukung di antara bangsa-bangsa dan negara-negara umat Islam. Memperkukuh tali persaudaraan yang menyatukan mereka dalam saling cinta di jalan Allah. Dan kita mengajak seluruh Muslim untuk tidak membiarkan pertikaian di antara sesama Muslim dan tidak membiarkan pihak-pihak asing mengganggu hubungan di antara mereka. Allah Swt. berfirman: “Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara. Maka itu islahkan hubungan di antara saudara-saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah sehingga kalian mendapat rahmatNya.” (QS. al-Hujurat ayat 10).
Amman, Mamlakah Arabiyyah Yordania, 27-29 Jumadil Ula 1426 H/4-6 Juli 2005 M.
Dewan Penandatangan Fatwa Konferensi Ulama Islam Internasional:
1. Afghanistan
• Yth. Nusair Ahmad Nour Dubes Afghanistan untuk Qatar

2. Aljazair
• Yth. Lakhdar Ibrahimi Utusan Khusus Sekjen PBB; Mantan Menlu Aljazair
• Prof. Dr. Abdullah bin al-Hajj Muhammad al-Ghulamullah Menteri Agama
• Dr. Mustafa Syarif Menteri Pendidikan
• Dr. Sa’id Syaiban Mantan Menteri Agama
• Prof. Dr. Ammar ath-Thalibi Departemen Filsafat, University of Algeria
• Mr. Abu Jara as-Sulthani Ketua LSM Algerian Peace Society Movement

3. Austria
• Prof. Anas ash-Shaqfa Ketua Komisi Islam
• Mr. Tarafa Baghajati Ketua LSM Initiative of Austrian Muslims


4. Australia
• Syaikh Salim ‘Ulwan al-Hassani Sekjen, Darulfatwa, Dewan Tinggi Islam

5. Azerbaijan
• Syaikh al-Islam Allahusysyakur bin Hemmat Bashazada Ketua Muslim Administration of the Caucasus

6. Bahrain
• Syaikh Dr. Muhammad Ali as-Sutri Menteri Kehakiman
• Dr. Farid bin Ya’qub al-Miftah Sekretaris Kementerian Agama

7. Bangladesh
• Prof. Dr. Abu al-Hasan Shadiq Rektor Asian University of Bangladesh

8. Bosnia dan Herzegovina
• Prof. Dr. Syaikh Mustafa Ceric Ketua Majlis Ulama dan Mufti Besar Bosnia dan Herzegovina
• Prof. Hasan Makic Mufti Bihac
• Prof. Anes Lj evakovic Peneliti dan Pengajar, Islamic Studies College

9. Brazil
• Syaikh Ali Muhmmad Abduni Perwakilan International Islamic Youth Club di Amerika Latin

10. Kanada
• Syaikh Faraz Rabbani Guru, Hanafijurisprudence,

11. Republik Chad
• Syaikh Dr. Hussein Hasan Abkar Presiden, Higher Council for Islamic Affair; Imam Muslim, Chad

12. Mesir
• Prof. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq Menteri Agama
• Prof. Dr. Ali Jum’ah Mufti Besar Mesir
• Prof. Dr. Ahmad Muhammad ath-Thayyib Rektor Universitas al-Azhar University
• Prof. Dr. Kamal Abu al-Majd Pemikir Islam; Mantan Menteri Informasi
• Dr. Muhammad al-Ahmadi Abu an-Nur Mantan Menteri Agama Mesir; Profesor Fakultas Syariah, Yarmouk University, Jordan
• Prof. Dr. Fauzi az-Zifzaf Ketua Masyayikh al-Azhar; Anggota the Academy of Islamic Research
• Prof. Dr. Hasan Hanafi Peneliti dan Cendekiawan Muslim, Departemen Filsafat, Cairo University
• Prof. Dr. Muhammad Muhammad al-Kahlawi Sekjen Perserikatan Arkeolog Islam;
Dekan Fakultas Studi Kesejarahan Kuno, Cairo University
• Prof. Dr. Aiman Fuad Sayyid Mantan Sekjen, Dar al-Kutub al-Mishriyyah
• Syaikh Dr. Zaghlul Najjar Anggota Dewan Tinggi Urusan Islam, Mesir
• Syaikh Muis Mas’ud Dai Islam
• Dr. Raqid as-Sirjani
• Dr. Muhammad Hidaya

13. Perancis
• Syaikh Prof. Dalil Abu Bakr Ketua Dewan Tinggi Urusan Agama Islam dan Dekan Masjid Paris
• Dr. Husain Rais Direktur Urusan Budaya, Masjid Jami’ Paris

14. Jerman
• Prof. Dr. Murad Hofmann Mantan Dubes Jerman untuk Maroko
• Syaikh Shalahuddin al-Ja’farawi Asisten Sekjen World Council for Islamic Propagation

15. India
• H.E. Maulana Mahmud Madani Anggota Parlemen Sekjen Jamiat Ulama Hindia
• Ja’far ash-Shadiq Mufadhdhal Saifudin Cendikiawan Muslim
• Thaha Saifudin Cendikiawan Muslim
• Prof. Dr. Sayyid Aushaf Ali Rektor Hamdard University
• Prof. Dr. Akhtar al-Wasi Dekan College of Humanities and Languages

16. Indonesia
• Dr. Tutty Alawiyah Rektor Universitas Islam asy-Syafi’iyah
• Rabhan Abdul Wahhab Dubes RI untuk Yordania
• KH. Ahmad Hasyim Muzadi Mantan Ketua Umum PBNU
• Rozy Munir Mantan Wakil Ketua PBNU
• Muhamad Iqbal Sullam International Conference of Islamic Scholars, Indonesia

17. Italia
• Mr. Yahya Sergio Pallavicini Wakil Ketua, Islamic Religious Community of Italy (CO.RE.IS.)

18. Maladewa
• Dr. Mahmud asy-Syauqi Menteri Pendidikan

19. Republik Islam Iran
• Ayatullah Syaikh Muhammad Ali at-Taskhiri Sekjen Majma’ Taqrib bainal Madzahib al-Islamiyyah.
• Ayatullah Muhammad Waez-zadeh al-Khorasani Mantan Sekjen Majma’ Taqrib bainal Madzahib al-Islamiyyah
• Prof. Dr. Musthafa Mohaghegh Damad Direktur the Academy of Sciences; Jaksa; Irjen Kementerian Kehakiman
• Dr. Mahmud Muhammadi Iraqi Ketua LSM Cultural League and Islamic Relations in the Islamic Republic of Iran
• Dr. Mahmud Mar’ashi an-Najafi Kepala Perpustakaan Nasional Ayatollah Mar’ashi an-Najafi
• Dr. Muhammad Ali Adharshah Sekjen Masyarakat Persahabatan Arab-Iran
• Syaikh Abbas Ali Sulaimani Wakil Pemimpin Spiritual Iran di wilayah Timur Iran

20. Iraq
• Grand Ayatullah Syaikh Husain al-Muayyad Pengelola Knowledge Forum
• Ayatullah Ahmad al-Bahadili Dai Islam
• Dr. Ahmad Abdul Ghaffur as-Samara’i Ketua Diwan Waqaf Sunni

21. Yordania
• Prof. Dr. Ghazi bin Muhammad Utusan Khusus Raja Abdullah II bin al-Hussein
• Syaikh Izzudin al-Khatib at-Tamimi Jaksa Agung
• Prof. Dr. Abdussalam al-Abbadi Mantan Menteri Agama
• Prof. Dr. Syaikh Ahmad Hlayyel Penasehat Khusus Raja Abdullah dan Imam Istana Raja
• Syaikh Said al-Hijjawi Mufti Besar Yordania
• Akel Bultaji Penasehat Raja
• Prof. Dr. Khalid Touqan Menteri Pendidikan dan Riset
• Syaikh Salim Falahat Ketua Umum Ikhwanul Muslimin Yordania
• Syaikh Dr. Abdul Aziz Khayyat Mantan Menteri Agama
• Syaikh Nuh al-Quda Mantan Mufti Angkatan Bersenjata Yordania
• Prof. Dr. Ishaq al-Farhan Mantan Menteri Pendidikan
• Dr. Abdul Lathif Arabiyyat Mantan Ketua DPR Yordania; Syaikh Abdul Karim Salim Sulaiman al-Khasawneh Mufti Besar Angkatan Bersenjata Yordania
• Prof. Dr. Adel at-Tuwaisi Menteri Kebudayaan
• Mr. Bilal at-Tall Pemimpin Redaksi Koran Liwa’
• Dr. Rahid Sa’id Shahwan Fakultas Ushuluddin, Balqa Applied University

22. Kuwait
• Prof. Dr. Abdullah Yusuf al-Ghoneim Kepala Pusat Riset dan Studi Agama
• Dr. Adel Abdullah al-Fallah Wakil Menteri Agama

23. Lebanon
• Prof. Dr. Hisyam Nashabih Ketua Badan Pendidikan Tinggi
• Prof. Dr. Sayyid Hani Fahs Anggota Dewan Tinggi Syiah
• Syaikh Abdullah al-Harari Ketua Tarekat Habasyi
• Mr. Husam Mustafa Qaraqi Anggota Tarekat Habasyi
• Prof. Dr. Ridhwan as-Sayyid Fakultas Humaniora, Lebanese University; Pemred Majalah al-Ijtihad
• Syaikh Khalil al-Mais Mufti Zahleh and Beqa’ bagian Barat

24. Libya
• Prof. Ibrahim ar-Rabu Sekretaris Dewan Dakwah Internasional
• Dr. al-Ujaili Farhat al-Miri Pengurus International Islamic Popular Leadership

25. Malaysia
• Dato’ Dr. Abdul Hamid Utsman Menteri Sekretariat Negara
• Anwar Ibrahim Mantan Perdana Menteri
• Prof. Dr. Muhammad Hasyim Kamaly Dekan International Institute of Islamic Thought and Civilisation
• Mr. Syahidan Kasem Menteri Negara Bagian Perlis, Malaysia
• Mr. Khairi Jamaludin Wakil Ketua Bidang Kepemudaan UMNO

26. Maroko
• Prof. Dr. Abbas al-Jarari Penasehat Raja
• Prof. Dr. Muhammad Farouk an-Nabhan Mantan Kepala Dar al-Hadits al-Hasaniyyah
• Prof. Dr. Ahmad Syauqi Benbin Direktur Perpustakaan Hasaniyyah
• Prof. Dr. Najat al-Marini Departemen Bahasa Arab, Mohammed V University

27. Nigeria
• H.H. Prince Haji Ado Bayero Amir Kano
• Mr. Sulaiman Osho Sekjen Konferensi Islam Afrika

28. Mamlakah Oman
• Syaikh Ahmad bin Hamad al-Khalili Mufti Besar Kesultanan Oman
• Syaikh Ahmad bin Sa’ud as-Siyabi Sekjen Kantor Mufti Besar

29. Pakistan
• Prof. Dr. Dzafar Ishaq Ansari Direktur Umum, Pusat Riset Islam, Islamabad
• Dr. Reza Shah-Kazemi Cendikiawan Muslim
• Arif Kamal Dubes Pakistan untuk Yordania
• Prof. Dr. Mahmud Ahmad Ghazi Rektor Islamic University, Islamabad; Mantan Menteri Agama Pakistan

30. Palestina
• Syaikh Dr. Ikrimah Sabri Mufti Besar al-Quds dan Imam Besar Masjid al-Aqsha
• Syaikh Taisir Rajab at-Tamimi Hakim Agung Palestina

31. Portugal
• Mr. Abdul Majid Wakil Ketua LSM Banco Efisa
• Mr. Sohail Nakhooda Pemred Islamica Magazine

32. Qatar
• Prof. Dr. Syaikh Yusuf al-Qaradawi Ketua Persatuan Internasional Ulama Islam
• Prof. Dr. Aisya al-Mana’i Dekan Fakultas Hukum Islam, University of Qatar

33. Rusia
• Syaikh Rawi ‘Ainudin Ketua Urusan Muslim
• Prof. Dr. Said Hibatullah Kamilev Direktur, Moscow Institute of Islamic Civilisation
• Dr. Murad Murtazein Rektor, Islamic University, Moskow

34. Arab Saudi
• Dr. Abdul Aziz bin Utsman at-Touaijiri Direktur Umum, The Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO)
• Sayyid al-Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf

35. Senegal
• Al-Hajj Musthafa Sisi Penasehat Khusus Presiden Senegal

36. Singapura
• Dr. Ya’qub Ibrahim Menteri Lingkuhan Hidup dan Urusan Muslim

37. Afrika Selatan
• Syaikh Ibrahim Gabriels Ketua Majlis Ulama Afrika Utara South African Ulama

38. Sudan
• AbdurRahman Sawar adz-Dzahab Mantan Presiden Sudan
• Dr. Isham Ahmad al-Bashir Menteri Agama SWISS
• Prof. Tariq Ramadan Cendikiawan Muslim

39. Syria (Suriah)
• Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buti Dai, Pemikir dan Penulis Islam
• Prof. Dr. Syaikh Wahbah Musthafa az-Zuhaili Ketua Departemen Fiqih, Damascus University
• Syaikh Dr. Ahmad Badr Hasoun Mufti Besar Syria

40. Thailand
• Mr. Wan Muhammad Nur Matha Penasehat Perdana Menteri
• Wiboon Khusakul Dubes Thailand untuk Irak

41. Tunisia
• Prof. Dr. al-Hadi al-Bakkoush Mantan Perdana Menteri Tunisia
• Dr. Abu Bakar al-Akhzuri Menteri Agama

42. Turki
• Prof. Dr. Akmaluddin Ilisanoghi Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI)
• Prof. Dr. Mualla Saljuq Dekan Fakultas Hukum, University of Ankara
• Prof. Dr. Musthafa Qagnci Mufti Besar Istanbul
• Prof. Ibrahim Kafi Donmez Profesor Fiqih University of Marmara
43. Ukraina
• Syaykh Dr. Ahmad Tamim Mufti Ukraina

44. Uni Emirat Arab
• Mr. Ali bin as-Sayyid Abdurahman al-Hasyim Penasehat Menteri Agama
• Syaikh Muhammad al-Banani Hakim Pengadilan Tinggi
• Dr. Abdusalam Muhammad Darwish al-Marzuqi Hakim Pengadilan Dubai

45. Inggris
• Syaikh Abdul Hakim Murad/Tim Winter Dosen, University of Cambridge
• Syaikh Yusuf Islam/Cat Steven Dai Islam dan mantan penyanyi
• Dr. Fuad Nahdi Pemimpin Redaksi Q-News International
• SamiYusuf Penyanyi Lagu-lagu Islam

46. Amerika Serikat
• Prof. Dr. Sayyid Hussain Nasr Penulis dan profesor Studi-studi Islam, George Washington University
• Syaikh Hamza Yusuf Ketua Zaytuna Institute
• Syaikh Faisal Abdur Rauf Imam Masjid Jami’ Kota New York
• Prof. Dr. Ingrid Mattson Profesor Studi-studi Islam, Hartford Seminary; Ketua Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA)

47. Uzbekistan
• Syaikh Muhammad ash-Shadiq Muhammad Yusuf Mufti Besar

48. Yaman
• Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz Ketua I Madrasah Dar al-Mustafa, Tarim
• Al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Jufriy Ketua II Madrasah Dar al-Mustafa, Tarim

Berikut adalah video dari Quraish Shihab semoga semakin memperjelas tentang kelompok Syiah.

 

Demikian tulisan Persepsi yang salah terhadap Syiah, semoga semakin membuka mata kita, untuk tidak selalu melihat dan mencari perbedaan yang berujung pada perpecahan. Kita memang tetap harus waspada dalam menerima dan menyingkapi perbedaan dalam beragama, tapi selama akidah masih sama, maka perbedaan dalam hal-hal cabang adalah rahmat.

Penting :
Hati-hati terhadap sebuah golongan yang sekarang lagi menyusup di tengah-tengah kita, golongan ini sangat ringan lidah dalam mengkafirkan dan menganggap sesat siapapun yang bersebrangan dengan faham mereka, bahkan ulama sekalipun tak tanggung-tanggung mereka anggap sesat. Mereka inilah yang mungkin pernah di beritakan oleah baginda Rasul akan kedatangannya dalam sebuah hadis.

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah saw. di Ji`ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad, berlaku adillah! Beliau bersabda: Celaka engkau! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil? Engkau pasti akan rugi, jika aku tidak adil. Umar bin Khathab ra. berkata: Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1761)


Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

"Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Alquran, bacaan kamu dibandingkan dengan bacaan mereka tidak ada apa-apanya, demikian pula shalat dan puasa kamu dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka tidak ada apa-apanya. Mereka membaca Alquran dan mengiranya sebagai pembela mereka, padahal ia adalah hujjah yang menghancurkan alasan mereka. Shalat mereka tidak sampai ke tenggorokan, mereka lepas dari Islam sebagaimana melesatnya anak panah dari buruannya." (HR. Abu Dawud)

Ciri-Ciri Mereka yang lain :
  1. Suka mencela dan mengkafirkan kaum muslim.
  2. Merasa paling benar dalam beribadah.
  3. Berburuk sangka kepada kaum muslm
  4. Sangat keras kepada kaum muslim bahkan membunuh kaum muslim namun lemah lembut kepada kaum Yahudi
. Mereka kelak bergabung dengan Dajjal bersama Yahudi yang telah memfitnah atau menyesatkan kaum Nasrani.

Wassalamualaikum...

Kamis, 25 Juli 2013

Pokok Dari Semua Maksiat

Poko-dari-maksiat

Salam alaikum sobar ruang
Udah berasa lama tidak menulis di blog Ruang, terima kasih untuk neng +Rizky hasti  yang udah mau bantu-bantu buat ngisi konten di blog ini. Buat temen-temen yang ingin berbagi, sangat dipersilahkan untuk menulis di blog ini, semoga ini bisa dihitung sebagai sebauh amal kebajikan....aamiin

Pada kesempatan ini, saya ingin mengutip sebuah pesan indah dari Ibnu Atha'illah dari kitab alhikam karangan beliau.

"Pokok dari semua maksiat dan kelalaian serta syahwatt itu adalah karena ingin memuaskan hawa nafsu (menuruti hawa nafsu). Sedangkan pokok dari segala ketaatan, kesadaraan dan keseponan ahlak budi adalah karna pengekangan(menahan) hawa nafsu"

Sebagaimana Firman Allah
"Aku tidak mengakui kebersiahan diriku, karna hawa nafsu itu selalu mengajak(menyuruh) kebapada kejahatan, kecuali kepada siapa saja yang mendapatkan rahmat(pertolangan) Tuhan, Sungguh Tuhanku maha pengampun lagi penyayang". (Yusuf : 53)

Abu Hafs berkata
Siapa yang tidak menuduh hawa nafsunya sepanjang masa dan tidak menentangnya dalam segala hal, dan tidka menariknya kejalan kebaikan, maka ia telah tertipu. Dan siapa yang memandang kepadanya dengan merasa sudah baik berarti dia telah membinasakannya.

Al-Junaid berkata:
"Jangan mempercayainya hawa nafsumu meskipun ia telah lama taat kepadamu, untuk beribadat kepada Tuhanmu"

Al-Bushiry dalam Burdahnya berkata :
"Tentang selalu hawa nafsu dan syaitan dan jangan menurutkan keduanya, meskipun keduanya memerikan nasehat kepadamu untuk berbut kebaikan, tetap engkau harus curiga dan berhati-hati."

demikian, semoga ada manfaat, wassalamualaikum